http://nasional.news.viva.co.id/news/read/580247-jokowi-tunjuk-jan-darmadi--demokrat-bilang-astagfirullah
VIVA.co.id - Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi)
memilih Jan Darmadi sebagai salah satu anggota Dewan Pertimbangan
Presiden (Wantimpres) terus menuai kontroversi. Rekam jejak Jan sebagai
pengusaha judi dipandang tidak layak.
Wakil Sekretaris Jenderal
Partai Demokrat, Andi Nurpati, Selasa, 20 Januari 2015, menyebut Jokowi
tidak selektif dalam memilih Wantimpres. "Jika memang ada yang bos judi,
ini betul-betul malapetaka nasional," kata Andi.
Andi menilai
tidak pantas seorang penasihat kepala negara yang mayoritas muslim,
memiliki latar belakang pengusaha judi. "Tiga bulan pemerintahan dengan
revolusi mentalnya betul-betul mengerikan," ujarnya.
Sejumlah
kebijakan kontroversial Jokowi lainnya turut dibeberkan Andi. Pertama,
kasus tiga kartu yang tidak jelas anggaran dan tendernya. Kedua,
menaikkan harga BBM pada saat harga minyak dunia turun.
Ketiga,
kenaikan harga gas elpiji. Keempat, pemberhentian Kapolri Jenderal
Sutarman yang tidak jelas apa kesalahannya. Kelima, membiarkan DPR
melanjutkan proses fit and proper test calon Kapolri Komjen Budi Gunawan yang berstatus tersangka.
"Astagfirullah. Ini baru usia tiga bulan, bagaimana selanjutnya nasib bangsa ini?" kata Andi. (one)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar