Kamis, 22 Januari 2015

ZOYA AMIRIN Seks, Film, dan Menyelam

http://print.kompas.com/KOMPAS_ART0000000000000000011521447


Seks, film, dan menyelam. Bagi Zoya Amirin, ketiga hal itu saling terkait. Dalam pekerjaannya, Zoya selalu membahas tentang seks. Setiap jam, setiap hari.

Sebagai psikolog yang mendalami seksologi, ia banyak memberi konsultasi seks dan mendengar curahan hati klien. Sementara itu film dan menyelam menjadi penyeimbang hidupnya.
”Sebagai psikolog, saya tahu kapan harus berhenti dan mulai mencari keseimbangan jiwa,” kata Zoya. Berhenti yang dimaksud Zoya adalah memberi waktu bagi dirinya untuk rileks setelah ”penuh” mendengarkan curhatanklien. Ia mengaku tidak pernah lelah menghadapi klien karena sudah punya cara untuk menyeimbangkan diri.
”Saya menyelam. Rasanya saya punya waktu untuk diri sendiri di tengah sunyi kedalaman laut,” tutur Zoya yang, Selasa (20/1) malam, hadir dalam acara peluncuran film Cerita Cinta. Dua tahun ini Zoya belajar menyelam dan ia menemukan kedamaian di sana. Di sela-sela kesibukan, perempuan yang selalu tampil cantik dan seksi ini menyempatkan diri untuk menyelam.
Tahun ini, Zoya bahkan dikontrak menjadi duta budaya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam kerja sama itu, Zoya diminta menyelam dan mempromosikan kekayaan bawah air Indonesia. ”Nanti akan dibuat film tentang kekayaan alam maritim Indonesia dan disebarkan ke sekolah-sekolah,” tutur Zoya. Ia sangat antusias dengan proyek kerja sama itu sehingga bisa menunjukkan kemampuan menyelamnya.
Lalu, apa makna film bagi Zoya? ”He-he-he, kalau yang ini (film), sih, hiburan saja. Saya diminta main film, ya, saya coba saja. Selama saya suka dengan ceritanya,” ungkap Zoya. Cerita Cinta merupakan film kedua Zoya setelah sebelumnya ia berperan di film Me and You VS The World.
Di kedua film itu, Zoya berperan sebagai ibu. Hanya saja, di Cerita Cinta, Zoya menjadi ibu tunggal yang membesarkan anak perempuannya yang sedang menginjak masa remaja dan mencari kehidupan cinta. ”Jatuh cinta bisa menjadi hal yang kompleks bagi manusia. Cinta itu bisa memunculkan trauma jika pengalaman yang dilalui tidak mengenakkan. Namun, saya sendiri percaya dengan cinta,” ujarnya.

1 komentar: